Kamis, 11 Januari 2018

Konfigurasi Central Processing Unit (CPU)


Arsitektur dasar mesin tipe von neumann menjadi kerangka referensi pada komputer digital umum (general-purpose) modern. Tiga bagian fundamental tersebut adalah :
1. Unit pengolahan pusat (CPU)
2. Unit masukan/keluaran (I/O)
3. Unit memori


Sebuah mesin tipe von Neumann

Program disimpan dalam unit memori utama yang berhadapan dengan piranti I/O melalui CPU. CPU membaca dari atau menulis ke memori, dengan mengirimkan alamat word ke unit memori melalui bus address kemudian menerima atau mengirimkan data melalui bus data. Data dipertukarkan antara CPU dan Unit I/O juga dengan menggunakan bus data. Operasi disinkronisasikan oleh dua bus control dengan sinyal kendali yang dikirimkan oleh CPU dan sinyal acknowledgment serta sinyal interupsi yang diterima oleh CPU.
   
   Eksekusi program yang telah tersimpan secara logis adalah sebagai berikut:
1.   CPU mem-fetch instruksi berikutnya dari memori
2.   CPU men-decode instruksi
3.  Berdasarkan instruksi, CPU mengeluarkan sinyal kendali untuk mem-fetch operand lainnya jika diperlukan dan kemudian akan melaksanakan salah satu tindakan berikut :
a.   Melakukan operasi aritmatika atau logika
b.   Menyimpan sebuah hasil ke dalam memori
c.   Membaca sebuah hasil dari atau menuliskan hasil ke piranti I/O.
4. CPU kembali ke langkah pertama dan melanjutkan proses hingga program diberhentikan

ORGANISASI CPU


Gambar diatas disebut jalur data dan berisi register-register (terutama 1 sampai 32), ALU (Arithmetic Logic Unit) dan beberapa bus yang menghubungkan bagian-bagian tersebut. Register-register tersebut melengkapi dua register untuk input ALU, yang dalam gambar diberi label A dan B. Register-register ini menyimpan input ALU sementara ALU menjalankan fungsi perhitungan.

KUMPULAN REGISTER
Register dari sebuah komputer secara kolektif disebut kumpulan register (register-set).

Diagram Blok Unit Pengolahan Pusat

Beberapa register mungkin mempunyai jenis yang sama, sedangkan yang lainnya mungkin berbeda. Namun, beberapa register berlaku umum pada hampir semua komputer umum.
·     Register Program Counter (PC)
·     Register Instruksi (IR)
·     Register umum (General Purpose) :
-PSW (Program Status Word)
-MAR (Memory Address Register)
-MBR (Memory Buffer Register)
-Accumulator
-Register flag

Kumpulan register pada mikroprosesor intel 8085

(a)  Internal Registers

(b) Register pair organization

Pada gambar (a), register A berfungsi sebagai sebuah akumulator 8 bit. CPU juga mencakup sebuah program counter (PC), sebuah stack pointer (SP), sebuah flag register dan enam register pengalamatan 8 bit.
Pada gambar (b), register 8 bit biasanya digunakan secara berpasangan. Register A bersama-sama dengan flag register, membentuk program status word (PSW). Tiga pasangan lainnya digunakan untuk tujuan pengalamatan, pasangan H merupakan pasangan yang sangat umum digunakan. Pasangan ini bisa dirujuk secara bersama-sama atau terpisah, yang menyebabkan tersedianya berbagai variasi intruksi.

Format Instruksi
Suatu Instruksi merupakan suatu tata cara yang digunakan oleh komputer untuk menyatakan operasi seperti ADD, STORE, LOAD, MOVE, dan BRANCH serta untuk menentukan lokasi data dimana suatu operasi akan dikerjakan. Kumpulan seluruh instruksi tersebut, disebut sebagai kumpulan instruksi.

Format Alamat


Addr1 = Alamat operand pertama
Addr2 = Alamat operand kedua
Addr3 = Alamat dimana hasil operasi disimpan

Mode Pengalamatan
Suatu variasi mode pengalamatan (addressing mode) dapat digunakan untuk menentukan suatu alamat tempat untuk dimana operand akan di fetch. Beberapa teknik ini dapat meningkatkan kecepatan pelaksanaan instruksi dengan menurunkan jumlah referensi pada memori utama dan meningkatkan jumlah referensi pada register kecepatan tinggi. Mode pengalamatan ini menjabarkan suatu aturan untuk menginterpretasikan atau memodifikasi field alamat dari instruksi sebelum operand direferensikan. Beberapa mode pengalamatan umum diantaranya adalah :

*OPR mewakili sebuah register untuk menyimpan operand yang akan digunakan sewaktu instruksi dijalankan.

ARITHMETIC AND LOGIC UNIT (ALU)
Ide mengenai satu adder umum yang mampu menambahkan dua register bersama-sama dan menyimpan hasilnya dalam register lainnya merupakan prinsip yang mendasar pada ALU. Sehingga ALU didefinisikan sebagai sebuah unit yang berisi sirkuit untuk menjalankan sekumpulan operasi mikro aritmatika dan logika.


Fungsi Aritmatika pada sebuah ALU biasanya mencakup integer, floating-point (real) dan desimal berkode biner. Disini operasi yang terjadi adalah penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
Fungsi Logika pada sebuah ALU lebih sederhana. Untuk segala operasi logika yang ingin diterapkan, maka hanya perlu memuat sejumlah n gerbang logika tertentu untuk operasi tersebut (satu untuk setiap pasangan bit input).
Selain itu pula ALU dapat digunakan sebagai Pergeseran, dengan menerapkan sirkuit geser kombinasional yang dikenal sebagai skalar posisi. Karena kita ingin menjalankan pergeseran bersamaan dengan fungsi aritmatika atau logika, seperti pada perkalian atau pengepakan string, maka akan lebih efisien untuk men-set penggeser diluar ALU. Dengan cara ini dapat ditambahkan dua angka dan menggeser seluruh hasil dalam satu langkah daripada meneruskan hasilnya ke input.

CONTROL LOGIC UNIT (CLU)
CLU pada komputer memasukkan informasi tentang instruksi dan mengeluarkan baris kendali yang diperlukan untuk mengaktifkan operasi-mikro yang semestinya. CLU terbentuk atas sebuah prosesor instruksi (IP atau instruction processor) yang berfungsi untuk mengendalikan fetch, perhitungan alamat dan siklus interupsi, kemudian prosesor aritmatika (AP atau arithmatic processor) yang berfungsi untuk mengendalikan siklus eksekusi bagi operasi aritmatika dan logika.

KONFIGURASI CPU
Komponen CPU dapat tersusun dalam berbagai cara, sangat tergantung pada jumlah bus data internal yang digunakan. Dua contoh diantaranya adalah Organisasi bus tunggal dan organisasi triple bus.
-       Organisasi Bus Tunggal


ALU memerlukan input register Y dan register Z secara bersamaan. Dengan hanya sebuah bus data tunggal, sebuah operand akan disimpan dalam Y dan yang lainnya dapat disimpan dalam bus. Sewaktu ALU menghitung hasilnya, input tersebut harus tetap konstan pada bus. Karena itu, kadang-kadang hasilnya disimpan dalam Z sampai operasi selesai dan kemudian ditransfer melalui bus ke tempat dimana harus disimpan. Dalam hubungan yang sama, CLU memerlukan informasi dari register khusus (specialpurpose) secara bersamaan untuk menghasilkan fungsi pengendalian yang tepat. Oleh karena itu, register-register tersebut dihubungkan secara langsung ke CLU selain dihubungkan dengan bus data untuk komunikasi umum.

-       Organisasi triple bus



Penggunaan tiga bus data internal, seperti gambar diatas akan melonggarkan beberapa batasan yang dibebankan oleh susunan bus-tunggal. Dalam hal ini, bus-bus yang terpisah dapat digunakan untuk dua input ALU termasuk juga untuk output ALU. Jika register dari kumpulan register adalah edge-trigerred, maka akan mungkin untuk menjalankan jenis operasi-mikro R1  (R2) + (R3) pada satu sinyal waktu.

Selasa, 03 Oktober 2017

TOPOLOGI JARINGAN KOMUNIKASI KOMPUTER

                             ''TOPOLOGI JARINGAN KOMUNIKASI KOMPUTER''

Pada saat kita ingin melakukan instalasi jaringan komputer, terlebih dahulu kita harus memperhatikan bentuk atau struktur topologi yang kita gunakan.
Topologi jaringan merupakan suatu bentuk atau struktur jaringan yang menghubungkan antar komputer satu dengan yang lain dengan menggunakan media kabel maupun nirkabel. Dalam instalasi jaringan, kita harus benar-benar memperhatikan jenis, kelebihan dan kekurangan masing-masing topologi jaringan yang akan digunakan. Berikut jenis-jenis topologi jaringan beserta kelebihan dan kekurangannya.

1. Topologi Bus

Topologi bus bisa dibilang topologi yang cukup sederhana dibanding topologi yang lainnya. Topologi ini biasanya digunakan pada instalasi jaringan berbasis fiber optic, kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan client atau node.
Topologi bus hanya menggunakan sebuah kabel jenis coaxial disepanjang node client dan pada umumnya, ujung kabel coaxial tersebut biasanya diberikan T konektor sebagai kabel end-to-end.

Kelebihan Topologi Bus :
v Biaya instalasi bisa dibilang sangat murah karena hanya menggunakan sedikit kabel.
v Penambahan client / workstation baru dapat dilakukan dengan mudah.
v Topologi yang sangat sederhana dan mudah di aplikasikan

Kekurangan Topologi Bus :
v Jika salah satu kabel pada topologi jaringan putus atau bermasalah, hal tersebut dapat mengganggu komputer workstation / client yang lain.
v Proses sending (mengirim) dan receiving (menerima) data kurang efisien, biasanya sering terjadi tabrakan data pada topologi ini.
v Topologi yang sangat jadul dan sulit dikembangkan.

2. Topologi Star

Topologi star atau bintang merupakan salah satu bentuk topologi jaringan yang biasanya menggunakan switch / hub untuk menghubungkan client satu dengan client yang lain.

Kelebihan Topologi Star :
v Apabila salah satu komputer mengalami masalah, jaringan pada topologi ini tetap berjalan dan tidak mempengaruhi komputer yang lain.
v Bersifat fleksibel
v Tingkat keamanan bisa dibilang cukup baik daripada topologi bus.
v Kemudahan deteksi masalah cukup mudah jika terjadi kerusakan pada jaringan.

Kekurangan Topologi Star :
v Jika switch / hub yang notabenya sebagai titik pusat mengalami masalah, maka seluruh komputer yang terhubung pada topologi ini juga mengalami masalah.
v Cukup membutuhkan banyak kabel, jadi biaya yang dikeluarkan bisa dibilang cukup mahal.
Jaringan ini sangat tergantung pada terminal pusat.

3. Topologi Ring

Topologi ring atau cincin merupakan salah satu topologi jaringan yang menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya dalam suatu rangkaian melingkar, mirip dengan cincin. Biasanya topologi ini hanya menggunakan LAN-card untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya.

Kelebihan Topologi Ring :
v Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus.
v Mudah diimplementasikan.
v Konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru bisa dibilang cukup mudah.
v Biaya instalasi cukup murah

Kekurangan Topologi Ring :
v Kinerja komunikasi dalam topologi ini dinilai dari jumlah / banyaknya titik atau node.
v Troubleshooting bisa dibilang cukup rumit.
v Jika salah satu koneksi putus, maka koneksi yang lain juga ikut putus.
v Pada topologi ini biasanya terjadi collision (tabrakan data).

4. Topologi Mesh

Topologi mesh merupakan bentuk topologi yang sangat cocok dalam hal pemilihan rute yang banyak. Hal tersebut berfungsi sebagai jalur backup pada saat jalur lain mengalami masalah.

Kelebihan Topologi Mesh :
v Jalur pengiriman data yang digunakan sangat banyak, jadi tidak perlu khawatir akan adanya collision (tabrakan data).
v Besar bandwidth yang cukup lebar.
v Keamanan pada topologi ini bisa dibilang sangat baik.

Kekurangan Topologi Mesh :
v Proses instalasi jaringan pada topologi ini sangatlah rumit.
v Membutuhkan banyak kabel.
v Memakan biaya instalasi yang sangat mahal, dikarenakan membutuhkan banyak kabel.

5. Topologi Peer to Peer

Topologi peer to peer merupakan topologi yang sangat sederhana dikarenakan hanya menggunakan 2 buah komputer untuk saling terhubung. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel yang menghubungkan antar komputer untuk proses pertukaran data.

Kelebihan Topologi Peer to Peer :
v Biaya yang dibutuhkan sangat murah.
v Masing-masing komputer dapat berperan sebagai client maupun server.
v Instalasi jaringan yang cukup mudah.

Kekurangan Topologi Peer to Peer :
v Keamanan pada topologi jenis ini bisa dibilang sangat rentan.
v Sulit dikembangkan.
v Sistem keamanan di konfigurasi oleh masing-masing pengguna.
v Troubleshooting jaringan bisa dibilang rumit.

6. Topologi Linier

Topologi linier atau biasaya disebut topologi bus beruntut. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer.

Kelebihan Topologi Linier :
v Mudah dikembangkan.
v Membutuhkan sedikit kabel.
v Tidak memperlukan kendali pusat.
v Tata letak pada rangkaian topologi ini bisa dibilang cukup sederhana.

Kekurangan Topologi Linier :
v Memiliki kepadatan lalu lintas data yang bisa dibilang cukup tinggi.
v Keamanan data kurang baik.

7. Topologi Tree

Topologi tree atau pohon merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga topologi bus. Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda.

Kelebihan Topologi Tree :
v Susunan data terpusat secara hirarki, hal tersebut membuat manajemen data lebih baik dan mudah.
v Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas lagi.

Kekurangan Topologi Tree :
v Apabila komputer yang menduduki tingkatan tertinggi mengalami masalah, maka komputer yang terdapat dibawahnya juga ikut bermasalah
v Kinerja jaringan pada topologi ini terbilang lambat.
v Menggunakan banyak kabel dan kabel terbawah (backbone) merupakan pusat dari teknologi ini.

8. Topologi Hybrid

Topologi hybrid merupakan topologi gabungan antara beberapa topologi yang berbeda. Pada saat dua atau lebih topologi yang berbeda terhubung satu sama lain, disaat itulah gabungan topologi tersebut membentuk topologi hybrid.

Kelebihan Topologi Hybrid :
v Freksibel
v Penambahan koneksi lainnya sangatlah mudah.

Kekurangan Topologi Hybrid :
v Pengelolaan pada jaringan ini sangatlah sulit.
v Biaya pembangunan pada topologi ini juga terbilang mahal.
v Instalasi dan konfigurasi jaringan pada topologi ini bisa dibilang cukup rumit, karena terdapat topologi yang berbeda-beda.

Jumat, 20 Januari 2017

EKONOMI TEKNIK

Soal

1. Berapakah jumlah interest yang harus dibayarkan atas pinjaman yang diambil ke Bank sebanyak Rp. 5,000,000.- pada tanggal 1 April 1985 dan dikembalikan pada tanggal 31 Maret 1990 dengan simple interest 15% ?
2. Berapa besarkah dikembalikan tiap tahun suatu pinjaman sebesar Rp. 20,000,000.- selama 8 tahun dengan bunga 12 %?\
3. Buatlah suatu diagram cash flow untuk pinjaman sebesar Rp. 10,500,000.- menurut simple interest 15% per-tahun selama 6 tahun. Berapakah lump sum dibayarkan pada akhir tahun ke-6 itu?

Jawaban

1. Dik : P = Rp. 5,000,000.
            r = 15%
            t = 1800

S = P (1+rt)
            = 5,000,000 (1+(15%x5))
            = Rp. 8,750,000

2. Dik : Nt = Rp. 20,000,000
               i = 12%
               t = 8 tahun
               i total = 12% x 8 = 96%

D = i% di bawah 100 x Nt
            = 96/100-96 x 20,000,000
            = 480,000,000

           NA = NT + D = 20,000,000 + 480,000,000 = Rp. 500,000,000

3. F = (F/P ; i% ; n)
    F = 10,500,000 (F/P ; 15% ; 6)
    F = P (1+i%) x n
    F = 10,500,000 (1+15%)^6
    F = 10,500,000 (1,15)^6
    F = 10,500,000 (2,313)

    F = Rp. 24,286,500

Minggu, 15 Januari 2017

Dasar Sistem Kontrol

Nama saya Dian Putra, saya mahasiswa Teknik Elektro di Universitas Gunadarma. Banyak orang yang bertanya kepada saya mengapa mengambil jurusan Teknik Elektro, alasan saya mengambil Teknik Elektro karena saya ingin melanjutkan pelajaran yang belum saya dapatkan di smk, sewaktu saya di smk saya mengambil jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik, mungkin ini salah satu alasan mengapa saya mengambil Teknik Elektro hehe. Yang membuat saya bertahan di jurusan elektro karena saya menyukai pelajaran nya dan saya harus mempertanggung jawabkan kepercayaan yang diberikan orang tua saya. Saya yang menginginkan untuk kuliah di jurusan Teknik Elektro, jadi saya haus bertanggung jawab dengan pilihan saya itu. Jujur saya belum puas dengan pencapaian saya saat ini, saya ingin mengetahui lebih banyak dan lebih dalam lagi mengenai Teknik Elektro, tapi apabila S1 saya selesai saya mungkin tidak akan langsung melanjutkan pendidikan saya, karena saya harus bekerja untuk masa depan saya. Saya ingin mempraktekkan ilmu yang saya dapat selama menjadi mahasiswa Teknik Elektro, saya ingin mempraktekkan langsung di dunia kerja. Dan saya ingin membuka usaha, saya ingin buka Cafe. Saya ingin berguna bagi orang disekitar saya, dengan saya membuka cafe saya jadi bisa mengurangi beberapa orang pengangguran di sekitar saya. Ya walaupun tidak banyak hehe






Tentunya pada komputer digital yang bekerja adalah menggunakan level digital. Komputer yang sering kita jumpai sekarang ini termasuk dalam jenis komputer digital, kalkulator salah satunya. Sedangkan komputer hibrid sendiri merupakan gabungan antara komputer analog (dengan arus searah) dan digital. Dengan demikian kombinasi komputer analog yang memberikan kemampuan dalam hal kecepatan, keluwesan dan kemudahan untuk berkomunikasi langsung dengan kemampuan komputer digital dalam hal kecermatan, logika dan ingatan, maka sangatlah besar manfaatnya didunia keilmuan. Simulasi yang dinamik dan kemampuan pemecahan persamaan diferensial dengan kecepatan tinggi dapat dilaksanakan oleh bagian analog, sementara olahan statis dan aljabar dapat ditangani di bagian digital. Dengan demikian daya guna dan hal ekonomi, secara keseluruhan dari suatu sistem dapat dimaksimalkan. Pada tahun-tahun belakangan ini, sistem kontrol memegang peranan penting dalam perkembangan dan kemajuan peradaban dan teknologi modern. Dalam prakteknya, setiap aspek aktivitas sehari-hari dipengaruhi oleh beberapa model sistem kontrol. Sistem kontrol sangat banyak ditemukan di setiap sektor industri, seperti pengendalian kualitas dari produk yang dihasilkan, lajur pemasangan otomatik, pengendalian mesin, teknologi luar angkasa dan sistem persenjataan, pengendalian komputer. sistem transportasi, sistem daya, robotik, dan lan-lain. Bahkan pengendalian dari sistem persedian barang, sosial dan ekonomi dapat didekati dengan teori kontrol automatik.


Selasa, 15 November 2016

Tugas softskill

LATIHAN SOAL


1. Sebuah perusahaan memperkirakan akan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 4,150,000 pada tahun ke-7 yang akan mendatang. Kalau MARR 15%, berapakah nilai uang tersebut sekarang?

   Jawab:

P = ?
P = F(P/F.i%.N)
   = 4.150.000 (P/F.15%.7)
   = 4.150.000 (0,3759)
   = 1559985

3. Seorang petani memperkirakan mulai tahun depan anaknya akan sekolah ke kota dengan biaya Rp. 15,000.- perbulan selama 7 tahun. Apabila bank dapat menyalurkan uang tersebut dengan memberi imbalan 8% per-annum (annually), kalau uangnya akan diambil per-bulan berpakah yang harus disetorkan petani tersebut?

    Jawab:

P = ?
P = F(P/F.i%.N)
   = 15.000(P/F.8%.7)
   = 15.000(0,5835)
   = 8752,5

Rabu, 12 Oktober 2016

Tugas Ekonomi Teknik Cash Flow


Dianpppp from Dian Putra

nama : Dian Putra
Npm : 12414993
Kelas : 3IB04



Cash flow (aliran kas) merupakan “sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.
Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu
Pertama, fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal
Kedua, fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.
·Ketiga,capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang..
Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok yaitu:
a) Aliran kas awal (Initial Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan dsb. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow)
b) Aliran kas operasional (Operational Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh sebab itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow).
c) Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan proyek.
KETERBATASAN
Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain;
a)   Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
b)  Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel
c)  Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget kas misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya.




sumber : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=19577&val=1232